SEJARAH

Sejarah dan Latar Belakang Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS)

Mengapa LeSOS di Seloliman?

Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) berdiri sejak tahun 2006 dan secara resmi memiliki Akta Notaris Nomor 15 Tanggal 08 Maret 2007 dan Akta Perubahan Nomor 29 Tanggal 19 Desember 2017. Berawal dari banyaknya petani organik di Wilayah Kecamatan Trawas, Kecamatan Pacet dan Kecamatan Ngoro pada saat itu. Petani yang sudah melakukan dan mengembangkan budidaya pertanian organic sejak tahun 1994 atas dampingan dari PPLH Seloliman. Pada mulanya mereka memasarkan produk hanya atas dasar kepercayaan antara konsumen dan produsen. Pada November 2007, LeSOS mendapatkan sertifikat resmi dari Otoritas Kompeten Pangan Organik (OKPO). OKPO merupakan salah satu team teknis dari Direktorat Jendral Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian di bawah naungan Mentri Pertanian Republik Indonesia. Berdasarkan mandat tersebut, LeSOS merupakan salah satu lembaga sertifikasi pertama di Indonesia yang berhak melakukan investigasi, mengeluarkan sertifikat dan label organik untuk berbagai macam produk organik, petani dan kelompok tani, koperasi, perusahaan, dan lain-lain yang telah memenuhi persayaratan.

Mengapa harus organic?

Tren perkembangan zaman dan perubahan pola hidup dari tradisional ke modern ternyata membawa dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan dunia kesehatan. Banyaknya muncul penyakit-penyakit berbahaya seperti kanker ternyata salah satu pemicunya yang paling besar selain karena makanan instant, juga disebabkan karena bahan baku makanan banyak mengandung residu pestisida kimia (sintetis). Hal ini sudah dapat dibuktikan, bahwa endapan residu dalam makanan yang ikut masuk dalam tubuh kita ternyata sebagai salah satu penyebab munculnya berbagai macam penyakit tersebut. Dan sebagai salah satu tindakan pencegahan serta alternative agar kita dapat terhindar dari penyakit-penyakit bernbahaya adalah dengan mengkonsumsi makanan organic yang benar.

Mengapa harus sertifikasi?

Permintaan produk pertanian organik di dunia saat ini meningkat pesat. Tingginya permintaan tersebut mendorong negara-negara berkembang memanfaatkan peluang dengan meningkatkan dan mempercepat produksi pertanian organik. Di sisi lain, kegagalan pendekatan revolusi hijau telah mendorong adanya pengurangan pemakaian pupuk kimia. Pesatnya permintaan produk pertanian organik berkonsekuensi pada semakin ketatnya perdagangan yang mengatasnamakan produk organik. Klaim-klaim atas produk organik mulai nampak di pasaran. Praktek perdagangan tersebut jelas merugikan pedagang produk organik yang benar yakni para petani organik. Guna menghindari praktek niretika inilah diperlukan program penjamin produk pertanian organik. Penjaminan pertanian dan produk organik tersebut tidak saja berfungsi sebagai penjamin praktek perdagangan yang etis dan adil serta perlindungan bagi konsumen dari penipuan, tetapi khususnya dalam rangka melindungi dan membela hak-hak petani kecil, terutama dalam hal kesejahteraan hidupnya. Penjaminan harus berlaku umum, bukan didasarkan pada kemampuan petani membayar fee, tetapi kebenaran yang tampak dalam proses budidaya dan proses lanjutannya, diharapkan banyak petani kecil terjangkau sehingga ada peluang memberi peningkatan kesejahteraannya. Penjaminan produk pertanian organik bukan saja penjaminan terhadap produk dan proses pertanian organik, tetapi juga penjaminan terhadap nilai-nilai dan filosofi pertanian organik yang tercermin pada perilaku dan sikap organik. Karena alasan tersebut, LeSOS (Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman) atau Lembaga Penjamin Pertanian Organik Seloliman didirikan. Selain itu, LeSOS juga menjawab permintaan berbagai pihak untuk mendapatkan sertifikat organik dari produk pertanian yang dihasilkan.