Permintaan produk pertanian organik di dunia saat ini meningkat pesat. Tingginya permintaan tersebut mendorong negara-negara berkembang memanfaatkan peluang dengan meningkatkan dan mempercepat produksi pertanian organik. Di sisi lain, kegagalan pendekatan revolusi hijau telah mendorong adanya pengurangan pemakaian pupuk kimia.

Pesatnya permintaan produk pertanian organik berkonsekuensi pada semakin ketatnya perdagangan yang mengatasnamakan produk organik. Klaim-klaim atas produk organik mulai nampak di pasaran. Praktek perdagangan tersebut jelas merugikan pedagang produk organik yang benar yakni para petani organik.

Guna menghindari praktek niretika inilah diperlukan program penjamin produk pertanian organik. Penjaminan pertanian dan produk organik tersebut tidak saja berfungsi sebagai penjamin praktek perdagangan yang etis dan adil serta perlindungan bagi konsumen dari penipuan, tetapi khususnya dalam rangka melindungi dan membela hak-hak petani kecil, terutama dalam hal kesejahteraan hidupnya.

Penjaminan harus berlaku umum, bukan didasarkan pada kemampuan petani membayar fee, tetapi kebenaran yang tampak dalam proses budidaya dan proses lanjutannya, diharapkan banyak petani kecil terjangkau sehingga ada peluang memberi peningkatan kesejahteraannya.

Penjaminan produk pertanian organik bukan saja penjaminan terhadap produk dan proses pertanian organik, tetapi juga penjaminan terhadap nilai-nilai dan filosofi pertanian organik yang tercermin pada perilaku dan sikap organik. Karena alasan tersebut, LeSOS (Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman) atau Lembaga Penjamin Pertanian Organik Seloliman didirikan. Selain itu, LeSOS juga menjawab permintaan berbagai pihak untuk mendapatkan sertifikat organik dari produk pertanian yang dihasilkan.